Panduan Singkat Jual Beli Property Dengan Aman

Bagi Anda yang ingin ber-transaksi menjual atau membeli tanah atau rumah atau apartemen, biasanya Anda akan dihadapkan dengan berbagai macam permasalahan yang tidak mudah. Dimulai ketika harga property sudah disepakati oleh kedua belah pihak, disitulah terdapat beberapa hal yang harus Anda cermati dan kemungkinan dapat Anda pelajari.

Karena proses jual beli property erat kaitannya dengan aspek hukum dan faktor-faktor legalitasnya, maka perlu disarankan untuk Anda agar berhati-hati dalam melaksanakannya. Karena tidak menutup kemungkinan, setelah Anda membeli sebuah tanah atau rumah, ternyata status tanahnya sengketa, atau terdapat duplikasi sertifikat asli, dan sekelumit masalah lainnya.

Mungkin hal-hal tersebut tidak akan ditemukan bagi orang-orang yang sudah biasa melakukan transaksi jual beli property, namun bagi Anda yang belum pernah ber-transaksi, maka diperlukan pemahaman dan tata cara yang benar dalam proses pelaksanaannya.

Beberapa langkah yang harus Anda jalani adalah sebagai berikut, terhitung setelah proses negosiasi harga yang sudah disepakati oleh penjual dan pembeli :

1. Penjual menunjukkan bukti kepemilikan unit yang akan dijual

Bukti kepemilikan terdiri dari :

  • Sertifikat asli rumah atau apartemen atau hak atas tanah yang akan dijual
  • Pajak Bumi dan Bangunan beserta bukti pembayarannya
  • Izin Mendirikan Bangunan (jika ada)

Ini adalah hanya sebagai bukti untuk ditunjukkan, tidak untuk diserahkan di hari itu juga, dan apabila penjual membeli unit tersebut dengan cara over kredit KPR / KPA, dan atau masih mengagunkan sertifikatnya di bank, maka penjual dapat menunjukkan bukti kepemilikannya berupa copy sertifikat asli dan surat pernyataan dari bank setempat yang sudah ter-legalisir.

2. Siapkan tanda jadi untuk mengikat unit property

Setelah pembeli yakin dengan bukti-bukti kepemilikan yang sudah ditunjukkan oleh penjual, maka penjual harus menyiapkan tanda jadi atau uang muka. Hal ini tidak mengikat berapapun besar jumlahnya, dan setelah itu harus dipersiapkan kwitansi dan Surat Pengikatan Perjanjian Jual Beli (SPPJB) yang akan dibuatkan oleh pihak notaris. Setelah tanda jadi dibayarkan, maka dapat ditentukan jadwal untuk pembayaran DP dan pelunasan unit oleh masing-masing penjual dan pembeli.

3. Siapkan Persyaratan Awal
Dokumen-dokumen pribadi yang harus disiapkan :

Penjual :

  • Kartu Tanda Penduduk
  • NPWP
  • Akta nikah (bagi suami atau isteri yang sudah berkeluarga) atau akta kematian apabila sudah meninggal
  • Kartu Keluarga

Pembeli :

  • Kartu Tanda Penduduk
  • NPWP
  • Kartu Keluarga
  • Akta Nikah (bagi yang sudah berkeluarga)
  • Copy rekening koran / tabungan 3 bulan terakhir (KPR / KPA)
  • Asli slip gaji terakhir / surat keterangan penghasilan / surat keterangan jabatan (KPR / KPA)

4. Serahkan semua dokumen ke notaris

Selanjutnya, pembeli dan penjual akan melanjutkan proses dengan menyerahkan semua dokumen ke notaris yang sudah disepakati untuk dibuatkan AJB (Akta Jual Beli). Apabila pembeli ingin menggunakan proses KPR / KPA, maka semua dokumen akan diserahkan ke notaris yang ditunjuk oleh bank terkait.

5. Pengecekan surat-surat ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) oleh pihak notaris dan appraisal unit.

Setelah semua dokumen diserahkan, maka notaris akan melakukan pengecekan di BPN. Apabila status dokumennya sudah dinyatakan bersih keasliannya oleh BPN, dalam artian bebas dari kasus sengketa dan masalah lainnya, maka pihak bank akan membuat janji untuk melakukan appraisal unit (apabila pembeli menggunakan KPR / KPA). Dan setelah SPK (Surat Persetujuan Kredit) disetujui dan dinyatakan keluar, serta jumlah plafon KPR sudah disepakati, maka pihak notaris / bank akan mengumumkan waktu kepada penjual dan pembeli untuk proses akad.

6. Pembayaran Pajak dan Pelunasan

Sebelum notaris membuat janji kepada kedua belah pihak untuk proses Akad Jual Beli, notaris akan menginformasikan jumlah biaya pajak yang harus dibayarkan bersama rincian biaya notaris dan biaya PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak). Dan apabila pembeli menggunakan KPR / KPA, maka notaris pun akan mengeluarkan rincian biaya-biaya KPR / KPA. Biayanya meliputi biaya provisi, biaya administrasi, biaya premi asuransi, biaya taksasi dan pengikatan agunan, serta biaya balik nama. Untuk biaya sisa pelunasan yang harus dibayarkan oleh pembeli dapat dibayarkan setelah proses akad, atau sebelumnya, tergantung kesepakatan.

7. Akad Jual Beli

Setelah pajak dibayarkan oleh penjual dan pembeli, maka notaris akan mengumumkan validasi waktu, lamanya sekitar 3 – 5 hari, lalu notaris akan membuat janji untuk proses penandatanganan berkas-berkas bersama dengan saksi-saksi yang ditunjuk.

8. Serah terima unit

Setelah proses AJB (Akad Jual Beli) selesai, dan proses pelunasan selesai, maka pihak penjual dan pembeli dapat membuat janji bersama-sama untuk serah terima unit.

Demikianlah beberapa langkah yang harus ditempuh dalam proses jual beli property. Selamat mencoba dan good luck!

Image credit : buy to let mortgage rate

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s